ASAL USUL ZODIAK

0

Berdasarkan bulan kelahiran seseorang, setiap manusia dipercaya memiliki perlambangan zodiak mereka sendiri yang dikenal sebagai 12 zodiak atau 12 rasi bintang. Tapi sebenarnya dari manakah asal mula kemunculan 12 lambang zodiak ini? Berikut ini adalah kisah mitologi dari sejarah keberadaan 12 zodiak yang juga biasa sering kita lihat dalam berbagai ramalan horoskop di internet.

Zodiak (dari kata Yunani Zoodiacos Cyclos yang artinya Lingkaran Hewan) adalah sebuah sabuk khayal di langit dengan lebar 18° yang berpusat pada lingkaran ekliptika tetapi istilah ini dapat pula merujuk pada rasi-rasi bintang yang dilewati oleh sabuk tersebut, yang sekarang berjumlah 13. Dipercaya awal mula konsep ini berasal dari peradaban Lembah Sungai Eufrat kemungkinan hanya dengan 6 rasi: Capricornus, Pisces, Taurus, Cancer, Virgo, dan Scorpio, yang kemudian dipecah menjadi 12 karena penampakan tahunan 12 kali Bulan purnama pada bagian-bagian berurutan dari sabuk tersebut.

Bangsa Yunani kuno menggunakan Zoodiacos Cyclos sebagai penyimbol bulan dalam satu tahun dengan merujuk pada 13 rasi bintang yang dilewati sabuk tersebut. Namun, pada akhirnya, satu dari 13 rasi tersebut dihilangkan dan hanya digunakan sebanyak 12 rasi saja sebagai simbol dari setiap zodiak.

Setiap rasi merupakan pelambang dari hewan atau pahlawan yang memiliki sejarah hebat atau juga berasal dari lingkup dewa-dewi Yunani dan wajib untuk diingat. Dari 12 simbol tersebut dibagi lagi menjadi 4 sub-kategori, yaitu lambang api, air, udara dan bumi. Untuk lambang api terdapat Aries, Sagittarius dan Leo.

Untuk lambang air adalah Cancer, Scorpio dan Pisces. Dalam kategori udara ada Libra, Aquarius dan Gemini. Sedangkan untuk lambang bumi ada Capricornus, Taurus dan Virgo.

Setelah digunakan oleh bangsa Yunani kuno, para ahli mengatakan bahwa perkembangan horoskop atau zodiak tersebut kemudian dilanjutkan oleh bangsa Babylonia.

Secara bertahap, setiap zodiak yang menggunakan jalur ekliptika juga dihubungkan dengan sisi astrologi atau sistem pergerakan benda-benda di tata surya, seperti planet, bulan, bintang sampai dengan matahari.

Hal tersebut dikarenakan banyak benda-benda langit tersebut juga menganut sistem ekliptika yaitu berpusat pada matahari sebagai porosnya.

Setelah adanya penggabungan dan pengembangan sistem penyimbolan setiap rasi dengan unsur astrologi, maka peramalan orang-orang yang lahir dengan mewakili zodiak tertentu didasarkan pada kedudukan matahari.

Nah gimana, sudah mengerti kan sobs.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *