GUNDALA, ERA BARU SUPERHERO INDONESIA DIMULAI

0

Pada tahun 2008, industri film Hollywood memasuki babak baru ketika Iron Man, tokoh jagoan (superhero) fiksi terbitan Marvel Comics karangan Stan Lee, Larry Lieber, Don Heck, dan Jack Kirby dialihmediakan menjadi film berjudul Iron Man, dibintangi Robert Downey Jr, dan disutradarai Jon Favreau.

Gundala Putra Petir karya Hasmi contohnya, terbit pertama kali di tahun 1969, Sri Asih karya R.A. Kosasih lebih duluan lagi, yakni di tahun 1954. Di tahun yang sama dengan kemunculan Gundala, ada pula Godam ciptaan Wid NS, Labah Labah Merah karya Kus Bram juga ikut diterbitkan. Si Buta dari Gua Hantu karya Ganes TH terbit tahun 1967, di era tersebut dunia komik tanah air semarak sekali. Hingga kemudian di tahun 2003 penerbit Bumilangit menyatukan lebih dari 300 karakter jagoan yang tersebar di banyak komik dan penerbit yang berlainan, membelinya, lantas memberi satu rumah baru bagi mereka.

“Wah 705.117 penonton sudah menonton Gundala sampai dengan hari ke-4, terima kasih ya patriot-patriot Negeri ini. Untuk yang belum nonton, Gundala sudah tayang yaaa segera ke bioskop sekarang!,” tulis akun @gundalaofficial.

Pada hari debut, Kamis (29/8), Gundala mampu menjual 174 ribu penonton. Jumlah tersebut bertambah 138 ribu menjadi 312 ribu penonton pada Jumat (30/8). Memasuki akhir pekan Sabtu (31/8), jumlah penjualan tiket Gundala naik 199 ribu riket menjadi 512 ribu. Penjualan sedikit menurun dengan 192 tiket pada Minggu (1/9), sehingga total penjualan tiket menjadi 705 ribu tiket.

Gundala yang masih tayang di bioskop berpeluang untuk mendapat 1 juta penonton. Bila tak ada aral melintang dan didukung promosi yang konsisten, Gundala diprediksi mampu mencapai satu juta dalam beberapa hari ke depan. Namun jalan Gundala bisa jadi lebih sulit mengingat sejumlah film Hollywood akan datang di pekan pertama September seperti ‘It: Chapter Two’ pada 4 September.

 

Film yang disutradarai Joko Anwar ini merupakan film pertama dari Jagat Sinema BumiLangit (JSB) Jilid 1. Berikutnya akan ada tujuh film yang rilis dalam kurun waktu enam tahun sampai 2025.

Karakter Gundala diadaptasi dari seri komik Gundala Putra Petir (1969-1982) karya Haraya Suraminata alias Hasmi. Ia diceritakan sebagai insinyur bernama Sancaka yang berambisi mencari serum anti petir.

Alih-alih menemukan serum, Sancaka malah tersambar petir hingga mempertemukan dirinya dengan Raja Petir Kronz. Kronz mengangkat Sancaka menjadi anaknya dan memberikan kalung ajaib yang dapat mengubah dirinya menjadi manusia super.

 

Gimana sobat udah nonton Gundala, dukung terus film dalam negeri agar Indonesia dapat lebih maju tahap pertahap!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *