Asal Usul Hari Anak Nasional Di Indonesia

0

Selamat hari anak nasional kepada anak-anak Indonesia yang merupakan generasi penerus bangsa. Semoga menjadi anak yang hebat dan membawa nama Indonesia ke jenjang yang lebih baik!

Halo sobat MSP, hari ini mimin mau bagi bagi research mimin tentang hari anak nasional. Ya, benar. Dari zaman sekolah itu mimin tau ada yang namanya hari anak nasional, tapi mimin gak pernah tau, kenapa tuh ada hari anak nasional? Dan kita pernah menjadi anak-anak dulu. Penasaran gak? Ikutin aja yuk terus.

Sejarah Awal Mula Hari Anak Nasional di Indonesia

Awalnya, gagasan untuk dibuatnya Hari Anak Nasional itu dari Mantan Presiden Republik Indonesia ke-2, yaitu bapak Soeharto. Saat itu beliau melihat anak-anak sebagai aset kemajuan bangsa, sehingga dari tahun 1984 dengan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No 44 tahun 1984, ditetapkanlah setiap tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Kegiatan Hari Anak Nasional pun dilaksanakan dari tingkat pusat sampai tingkat daerah.

Selanjutnya untuk menunjang Kesejahteraan anak dan melindungi hak-hak anak-anak, Sebenarnya secara hukum dan perundangan sudah banyak hal telah dilakukan oleh negara, diantaranya seperti :

  1. Telah dibentuknya UU Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak yang memuat berbagai ketentuan tentang masalah anak di Indonesia.
  2. Instruksi Presiden No. 2 tahun 1989 telah ditetapkan tentang Pembinaan Kesejahteraan Anak sebagai landasan hukum terciptanya Dasawarsa Anak Indonesia 1 pada tahun 1986-1996 dan Dasawarsa Anak II pada tahun 1996-2006.
  3. Dibentuknya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Ternyata peringatan Hari Anak Nasional memiliki tujuan juga. Tidak dikhususkan untuk orang dewasa, namun juga meningkatkan kesadaran pada si Anak akan hak, kewajiban, dan tanggungjawabnya kepada orangtua, masyarakat, lingkungan, serta kepada bangsa dan negara. Selain itu, ada beberapa prinsip dasar konvensi hak-hak anak, yaitu non diskriminasi, kepentingan yang terbaik bagi anak, hak untuk hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan anak, penghargaan terhadap pendapat anak dan hak anak dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Elizabeth Santosa, psikolog sekaligus penulis buku Raising Children in Digital Era menilai seorang anak layak bahagia, bergembira, sebab hal demikian punya peran dalam membentuk kesadaran diri, manajemen diri, serta kemampuan sosial anak—termasuk dalam soal mengambil keputusan—menjadi lebih baik. “Perhatikan jam tidur anak, berikan cinta tanpa syarat, dukung kompetensi mereka, dan terakhir, pastikan anak makan tepat waktu serta berikan mereka makanan yang bergizi,” kata Eliza,

hari anak nasional

Anak adalah harapan dan investasi bangsa Indonesia di masa depan. Kualitas anak-anak akan menentukan Indonesia menjadi bangsa yang kuat atau lemah

Tiga puluh dua tahun setelah HARI perdana dirayakan, survei Varkey Foundation di Inggris (September-Oktober 2016) menyebut anak-anak Indonesia yang berusia 15-21 tahun adalah anak-anak paling bahagia di dunia—dengan skor bersih 90 persen. 

Saat anak muda di berbagai negara merasa pesimis dengan masa depan, anak muda di Indonesia justru menunjukkan optimisme.

Mimin jadi bangga menjadi anak Indonesia! Bagaimana dengan sobat MSP? Baca juga, Film Pembunuhan Hollywood Ternyata Kisah Nyata Part 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *