LIVI ZHENG, Buah Bibir yang Sedang Viral

0

Sutradara Livi Zheng tengah menjadi buah bibir. Wanita asal Blitar, Jawa Timur itu menuai kontroversi terkait sejumlah klaim yang diucapkan.Film garapannya yang berjudul ‘Brush With Danger’ digadang masuk seleksi nominasi Oscar Awards. Karya itu masuk ke dalam kategori Best Pictures dan diundang ke acara bergengsi itu. Selain Oscar, Livi Zheng juga menyebut film ‘Bali: Beats of Paradise’ mampu bersaing dengan ‘Avengers: Infinity War’ dari segi kualitas.

Ia dan keluarga pindah ke Jakarta saat masih berusia empat tahun. Kemudian ia pindah ke Beijing ketika saat 15 tahun, sebelum pindah ke Amerika Serikat pada 2007 silam. Kala itu, ia baru saja lulus SMA di usia 18 tahun.

Latar Belakang Pendidikan

Meniti karier sebagai sutradara, Livi Zheng justru berlatar pendidikan S1 jurusan Ekonomi di Universitas Washington. Ia menekuni beladiri dan menjadi wakil tim karate bagian Washington. Livi juga menyumbang lebih dari 25 medali untuk wilayah nasional Amerika Serikat.

Sepak terjang Livi Zheng di dunia perfilman bermula setelah lulus S2 dari Universitas California, yang juga merupakan kampus jebolan sutradara papan atas seperti George Lucas dan Robert Zemeckis. Setelah mengalami 32 penolakan naskah skenario, Livi akhirnya membentuk tim produksi independen dan mulai memproduksi film sendiri. Dalam meluncurkan film perdana, Livi juga dibantu oleh adiknya yang bernama Ken sebagai aktor. Kemudian artis peraih Grammy, Judith Hill dan komposer asal Indonesia, Nyoman Wenten turut andil dalam produksi film keduanya yang bercerita tentang seni musik Bali. Tak berhenti sampai situ, ia kembali memproduksi film-film lainnya seperti ‘The Empire’s Throne’ dan ‘Legends of The Best’.

Baru-baru ini, Livi Zheng dipertemukan dengan sejumlah sineas dan pengamat film dalam sebuah acara di stasiun TV, Q&A. Dalam acara yang ditayangkan pada Minggu (1/9/2019) ini, Livi dicecar sejumlah pertanyaan dari John De Rantau, Joko Anwar, dan sineas lainnya, soal klaimnya tersebut. Salah satu yang menjadi fokus bahasan, adalah kontroversi mengenai klaim nominasi Oscar. Apa saja pertanyaan yang dilayangkan untuk Livi Zheng? Berikut empat di antaranya, seperti dikutip dari tayangan video “Q&A – Belaga “Hollywood” yang diunggah stasiun TV swasta tersebut di YouTube. Dalam kesempatan ini, John De Rantau menanyakan pada Livi Zheng mengenai Brush With Danger  yang diklaim berhasil masuk seleksi kategori Best Pictures. Ia membandingkan dengan pengalamannya di film Denias, Senandung di Atas Awan yang diikutsertakan dalam seleksi Oscar untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik pada 2008. Kala itu, film ini melewati proses seleksi yang panjang.

Livi Zheng kemudian menjawab bahwa filmnya mendapat undangan ke Oscar untuk kategori Best Pictures. Joko Anwar kemudian mempertanyakan soal undangan yang diterima Livi Zheng untuk mengikuti Oscar. Pasalnya, sepengetahuan sutradara Pengabdi Setan ini, seleksi tersebut dimulai dari pendaftaran. Meski disudutkan oleh Joko Anwar, Livi Zheng bersikeras menjelaskan bahwa film Brush With Danger mendapatkan undangan langsung oleh Oscar. Livi mengatakan bahwa mereka diundang dengan email serta script juga diminta oleh perpustakaan Oscar. Joko Anwar mengatakan bahwa film yang memenuhi persyaratan untuk diikutsertakan ke ajang Oscar pun belum tentu memiliki kualitas yang baik. Ia mencontohkan film bertajuk Vampire Academy yang merupakan film kelas B dan in contention for Oscar, artinya eligible untuk Oscar memang script dan filmnya diminta. Bukan berarti filmnya secara kualitas up to Oscar standard and quality

Joko Anwar kemudian juga mempertanyakan kredibilitas dari pernyataan press release Livi Zheng bahwa filmnya berjudul Bali: Beats of Paradise mampu bersaing dengan film Avengers: Infinity War.

Banyak sekali pemberitaan tentang film Livi masuk seleksi Oscar. Ada press release yang datang dari pihak Livi itu disebarkan ke semua grup WhatsApp bahwa film Bali: Beats of Paradise masuk Oscar bersama film Avengers, Livi Zheng lantas membela diri, dan menyatakan Bali: Beats of Paradise memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan film superhero Marvel tersebut.

Bagaimana menurut kamu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *