Bahaya dan Pencegahan Virus Cacar Monyet

0

Cacar Monyet (monkeypox) menjadi topik hangat sepekan terakhir. Kabar ini berkembang seiring ditemukannya satu kasus mengenai virus yang menimbulkan bintik-bintik berair di Singapura beberapa waktu lalu. Pada awal Mei 2019 lalu seorang warga negara Nigeria positif terinfeksi penyakit ini saat mengikuti lokakarya di Negeri Singa. Dan saat ini terdengar kabar kalau virus ini sudah masuk ke wilayah batam, sehingga harus berhati-hati dan menjaga kesehatan jika berada di wilayah tersebut.

Cacar monyet merupakan penyakit akibat virus yang ditularkan dari binatang yang terinfeksi. Cacar monyet termasuk penyakit zoonotic atau penyakit menular dari hewan ke manusia, atau manusia ke hewan. Penularan melalui gigitan, cakaran, kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi di kulit dan mukosa dari hewan liar, seperti primata (monyet), rodents, dan juga makan daging hewan yang terinfeksi yang tidak dimasak dengan baik. Virus ini sangat rentan bagi orang dengan daya tahan tubuh rendah jadi mulai saat ini biasakan hidup bersih dan sehat ya guys.

Gejala yang ditimbulkan

Jika terinfeksi virus monkeypox tidak langsung memperlihatkan gejala. Gejala timbul sekitar 14-21 hari setelah terpapar virus. Gejala yang muncul bisa mirip dengan cacar, vitiligo, kudis, bisa juga mirip campak. Demam, pembesaran kelenjar getah bening, sakit otot, dan ruam kulit, Masyarakat juga dihimbau agar tidak terlalu panik dengan virus ini karena gejalanya masih lebih ringan dari cacar air. Cacar monyet tidak mudah menular seperti flu. Rantai penularan juga dapat diputus melalui pelacakan kontak dan karantina

cacar monyet

Hal pertama yang terjadi saat terkena virus ini adalah ruam mulai muncul dari area wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Pada 95 persen kasus, wajah pasien menjadi bagian yang paling banyak mengalami ruam, disusul dengan telapak tangan dan kaki (75 persen kasus). Ruam ini bermula dari luka datar di area membran mukosa oral (70 persen kasus). Selain itu, luka juga bisa terjadi pada area kelamin (30 persen), kelopak mata (20 persen) dan kornea atau bola mata. Dalam waktu 10 hari, luka kemudian berevolusi menjadi lepuhan kecil berisi cairan, bintil, dan akhirnya kerak. WHO menulis bahwa untuk menghilangkan kerak ini sepenuhnya, diperlukan setidaknya waktu tiga minggu, meskipun pasien telah menjalani perawatan untuk cacar monyet.

Monkeypox virus satu golongan dengan virus variola yang dikenal sebagai penyebab cacar yang sudah dinyatakan punah oleh WHO pada pertengahan tahun 1980-an. Namun, berbeda dengan virus cacar air (Varicella) yang saat ini masih sering timbul di masyarakat. Reservoir alami dari virus monkeypox ini masih belum jelas, namun beberapa spesies tikus Afrika diduga berperan dalam transmisi penyakit ini. Ada dua kelompok genetik virus monkeypox, yakni Central African dan West African. Manusia yang terinfeksi virus monkeypox Central African lebih berat secara klinis dibanding yang terinfeksi kelompok virus West African dengan angka kematian cukup tinggi.

Pencegahannya

Sangat disayangkan untuk saat ini belum ada perawatan atau vaksin khusus untuk menangani cacar monyet. Namun kita dapat melakukan pencegahan terhadap penyakit ini di antaranya dengan menghindari kontak dengan tikus dan primata terinfeksi serta membatasi paparan langsung terhadap darah dan daging hewan liar, membatasi kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau bahan yang terkontaminasi harus dihindari. Gunakan sarung tangan jika memegang hewan kotor.

Untuk mencegah penularan antar manusia, hindari kontak fisik dekat dengan orang-orang yang terinfeksi cacar monyet. Selalu gunakan pakaian pelindung ketika merawat mereka dan cuci tangan setelahnya. Dan yang terpenting adalah menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh kita dengan membeli produk-produk kesehatan di mymspmall.id jika tubuh kita sehat dan daya tubuh kita tinggi kita akan aman dan terhindar dari serangan virus cacar monyet ini. Baca juga, Manfaat Sheet Mask Bagi Kesehatan Kulit Wajah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *